Hello again, blog. Maafkan Ayas yang belum bisa berkomitmen untuk rutin nulis di sini, bahkan sebulan sekalipun masih sulit. Kendalanya adalah mood yang pasang surut, dan kalo lagi ada mood nya, ada aja kesibukan lain yang mengalahkan blogging. But anyway, hari ini gue kembali menyapa dunia, menyapa kalian semua yang mampir ke sini. How's life, geng? I hope yours stays on track, is stable but never static. Mine's been hectic, crazy emotional. Sangat banyak hal yang terjadi, dan semuanya dimulai di bulan Agustus. What's with August? Tahun lalu, gue menobatkan Agustus sebagai bulan paling bahagia, paling unexpected. Entah seperti apa dan ke mana Agustus tahun ini akan membawa gue.
Okay, so here's my life update, what's been going on lately, dan segala perintilan yang minta dituangkan ke blog ini.
College - Entah harus gimana gue mengekspresikan rasanya lulus SMA, terus akan masuk kuliah dalam waktu dekat. Bukan rasa yang seneng, bahagia, pengen hura-hura dan semangat. Parts of me are too damn scared, you know. Bersyukur sih, jelas. Gue masih ingat beberapa tahun yang lalu, waktu gue lewat jalan di depan kampus sama Ayah, gue bilang, "Yah, Ayas kuliahnya di sini aja, ya? Boleh nggak? Buat cadangan aja, katanya HI-nya bagus." Ayah cuma nantangin, dia waktu itu bilang, boleh masuk situ tapi ambil jurusan Teknik Arsitektur. Tetot. Me? Doing architecture? Nuh-uh. Jadilah gue anggap obrolan waktu itu cuma angin lalu.
Years later, I got accepted to the campus and to the major that I want. Jadilah gue bagian dari Universitas Parahyangan, Bandung, jurusan Ilmu Hubungan Internasional. Alasannya sederhana, karena HI berkaitan banget dengan dua hal kesukaan gue; menulis dan Bahasa Inggris. Oh, and I'm taking this major as a tribute to my late grand father. I hope you're smiling at me up there, Yangkung!
Moving out of town - Tuhan sangat berbaik hati mengabulkan salah satu cita-cita gue yang paling besar dan sudah gue tanam sejak kelas enam SD, kepengen tinggal sendiri di Bandung. Anak SD macam apa yang bercita-cita seperti itu. Awal Agustus, gue pindah ke Bandung. Jakarta - Bandung sudah menjadi makanan pokok gue. Dua setengah jam, seratus sekian kilometer. Biasa aja. Tapi begitu judulnya jadi 'pindahan ke Bandung', it was haaaard, man. But then again, I'm living my dream. Gotta make the best of it!
Friends separating - Satu per satu teman gue (dan gue juga) meninggalkan Jakarta, kota tempat kami dipertemukan. Ada yang sempat ketemu sebelum cabut, ada yang baru ngabarin ketika udah pindah, ada yang dipaksakan harus ketemu dulu beberapa jam sebelum berangkat karena udah lamaaaa banget nggak ketemu, ada yang pamitannya lewat line dan telepon, sebagian juga tahu-tahu udah check in di stasiun kereta aja, siap berangkat.
Suddenly the whole scene appeared in my head. The first hello, how we went through the days khususnya di kandang ayam kesayangan, how we let each other down, how we managed to make up and got back on track because we knew we need each other, how we struggle for our dreams, and finally, the good-bye. The idea of separating has always been difficult for me. Yak, Aries memang kelihatannya aja berapi-api, sebenernya kami ini hopeless romantics. Gampang mewek.
We wished each other good luck, and we promised to see each other again. Rencana jangka panjang Ayas: nabung yang banyak, lalu road trip sendirian, mengunjungi teman-teman paling ajaib yang tersebar di negeri ini.
Going solo - The idea of living alone scares the hell out of me. Harus bisa sendiri semuanya, harus berani berinteraksi sama orang asing (kutukan introvert, smh), harus hafal rute angkot, harus betah hidup sendiri. Hopefully I'll survive, I mean, it's my dream to move out and live alone. Lebih dari itu, gue tinggal sendiri di kota paling menyenangkan (setidaknya, menurut gue) di dunia. So, why not?! Thank god for the invention of technology and internet, that makes things soooo much easier.
Senangnya bisa nulis sebanyak ini, lega banget rasanya. I'm both ecstatic and terrified of what's gonna happen, but gotta keep seeing the goods in everything. To those of you who are currently going through the same situation as I am, you're not alone. Aaand now about to go out and try bakmi ayam at the end of the street from where I live, I'm outta here. Adios!
Spreading good vibes,
Sarita Ayas